Tampilkan postingan dengan label Kenali Tokoh Komik Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenali Tokoh Komik Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2008

GODAM


Nama Asli : Godam, sedangkan Awang adalah tubuh pembawa.

Pekerjaan : Godam seorang prajurit , Awang seorang sopir.

Kekuatan/kemampuan : Kekuatan super, terbang, kebal.

Teman-teman : Gundala, Maza, Tira, Merpati, Boga, Kalong, Jin Kartubi, Sembrani, Pangeran Mlaar.

Musuh-musuh : Roh Setan/Doktor Setan, Sang Kolektor,Bocah Atlantis,G.A.S (Gabungan Anti Superhero),Mpu Selamawa, Kelompok Kucing Merah.

Kreator : Widodo Noor Slamet alias Wid NS

Pertama diterbitkan : Penerbit Kentjana Agung (1969)


Wid NS-lah yang menciptkan tokoh super Godam. Muncul pertama kali dalam judul Memburu Doktor Setan pada tahun 1969. Genre komik adalah Fantasi.


Komik superhero Amerika terlihat sangat mempengaruhi pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia.


Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta.


Godam termasuk karakter komik yang cukup populer di Indonesia di samping Si Buta dari Gua Hantu, Panji Tengkorak dan Gundala.


Asal-Usul Godam

Godam berasal dari dimensi lain di mana terdapat negeri yang bernama Godam. Dikarenakan perlawanannya terhadap kekejaman Ratu Candalani, Godam yang masih bayi putra bangsawan negeri Godam menjadi buronan sebagaimana kedua orang tuanya yang dianggap memberontak terhadap kekuasaan Candalani.


Dalam pelariannya Godam mendapatkan benda-benda sakti yaitu baju sakti yang bisa menjadikannya sangat kuat dan kebal dan kain bendera yang membuatnya bisa terbang.


Dikarenakan sumpahnya kepada Dewi Pengasuh Sukma terlanggar, yaitu tidak boleh menyebabkan terbunuhnya seseorang; padahal putra Candalani bunuh diri karena malu kalah tanding dengan Godam, maka Godam dikurung dalam cincin sakti. Cincin itu diberikan kepada Bapa Kebenaran di dimensi manusia. Awang yang seorang sopir mendapat kepercayaan menjadi media perwujudan Godam dalam menjalankan kewajibannya menumpas kejahatan.


Musuh Godam

Musuh bebuyutan Godam adalah Roh Doktor Setan/Roh Setan yang berwujud kalung berliontin batu permata. Permusuhan mereka dimulai sejak sebelum Awang dipilih menjadi tubuh manusia Godam (Wid NS,1969,Godam Memburu Doktor Setan). Banyak sekali peristiwa-peristiwa dengan Roh Doktor Setan ini, seperti dalam kasus "Mencari Jejak Mayat" (1970), "Sinar Mata-X" (1973), dan "Panik" (1976).


Pernak-pernik kekhidupan Godam

>Kehilangan Kekebalan<

Kekebalan Godam hilang dikarenakan akan membuka identitas rahasianya kepada Gundala. Bapa Kebenaran membawa pergi Godam sebelum ia sempat menyebut nama Awang. Hukuman baginya adalah hilangnya kekebalan yang disebabkan suatu sinar. Semburan sinar mata zamrud dari anggota Gerombolan Kucing Merah-lah yang ternyata menjadi penyebab hilangnya kekebalannya (Wid NS,1969, Mata Sinar X).


>Kelahiran Kembali<

Godam sempat juga terkisahkan bahwa dia terpisah dengan tubuh Awang. Hal ini terjadi ketika Godam pergi ke planet THALEZER. Bahkan dalam kisah ini diceritakan bahwasannya tubuh Awang sempat di kuasai oleh Roh Jahat (Roh Doktor Setan)yang merupakan musuh utamanya.


Dengan demikin Godam harus merebut kembali tubuh Awang dari pengaruh Roh Jahat. Setelah seglanya selesai dan Roh Jahat meninggalkan tubuh Awang, barulah Godam kembali bersatu dengan tubuh samarannya yaitu wujud Awang. Dan ini merupakan kehidupan kembali Godam dalam tubuh Awang. Kejadian ini diceritakan dalam kisah Mencari Jejak Mayat.


>Bekerja Sama<

Sering dalam petualangannya melawan kejahatan ia bekerja sama dengan jagoan lainnya seperti Gundala, Aquanus, Maza, Tira, Sembrani, dan lainnya. Mereka bahu membahu menghadapi Roh Setan, Ztulos si Bocah Atlantis, Gerombolan Kucing Merah, Penyihir Solsoldola sampai Sang Kolektor di angkasa luar. Kelompok GAS pimpinan Empu Selamawa hampir melumpuhkan semua jagoan yang melawan mereka.


>Wanita<

Bicara tentang wanita, seorang wanita super dari Planet Thalezer (yang dihadiahkan oleh Kaisar Thelezer karena jasanya menumpas para teroris); yaitu Shundra tergila-gila kepadanya, meskipun Godam selalu menghindar darinya.


>Momen Unik<

Pada salah satu panel kisah Mencari Jejak Mayat, tubuh Awang yang sudah dirasuki Roh Jahat sempat memanggil anak buahnya yang bernama Sungging! Entah WID NS melakukan ini dengan sengaja atau tidak. Tapi yang jelas sekarang pada generasi ini mulai tahun 2006 tokoh Godam karya WID NS ini beralih tangan dalam penuturannya pada putranya yang juga bernama Sungging.


“Sungging! Riaslah Mala! Tetapi kali ini bukan sebagai gadis! Buatlah dia sebagai nenek-nenek! Polisi telah mulai mengintai para gadis!”

Dan Sunggingpun berkata, “Siap, Tuan Pemimpin!”


Kisah Bersama

Pada tahun 1996, Godam, Gundala, Aquanus dan Maza muncul dalam suatu serial komik Patriot.


Petualangan Godam

Dari tahun 1969 sampai dengan tahun 1980, godam telah melalui 15 judul yang telah dirnci dalam Jejak Petualangan Godam. Dari Memburu Doktor Setan (1969) sampai dengan Setan (1980).


Kepustakaan:

>Wikipedia
>Godam Mata Sinar X(remaster-koleksi pribadi)
>Godam Mencari Jejak Mayat (remaster-koleksi pribadi)

>HAI Tahun XXVII No.42 18-24 Oktober 2004

GUNDALA PUTERA PETIR

Nama Asli : Sancaka

Pekerjaan : peneliti, dosen.

Kekuatan/kemampuan : sambaran petir dengan berbagai tingkatan kekuatan, lari secepat angin, pukulan petir.

Teman-teman : Godam, Aquanus, Maza, Tira, Merpati, Boga, Kalong, Jin Kartubi, Sembrani, Pangeran Mlaar.

Musuh-musuh : Ghazul, Pengkor, Ki Wilawuk, Athon.

Kreator : Harya Suraminata alias Hasmi

Pertama diterbitkan : Penerbit Kentjana Agung (1969)


Gundala merupakan rekaan karakter tokoh komik dari tangan kreatif Hasmi. Kisah ini muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada tahun 1969. Genre komik adalah Fantasi. Jelas tampak pengaruh komik superhero Amerika pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia.


Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta meskipun dalam filmnya pada tahun 1982 diceritakan berada di Jakarta.


Gundala termasuk karakter komik yang cukup populer di Indonesia di samping Si Buta dari Gua Hantu, Panji Tengkorak, dan Godam.


Asal-Usul Gundala

Seorang peneliti jenius bernama Sancaka menemukan serum anti petir. Tenggelam dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, dia melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka.


Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super yaitu bisa memancarkan geledek dari telapak tangannya (Gundala Putera Petir – Asal Usul Gundala). Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin (Perhitungan Di Planet Covox).


Sejak itulah, di waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung. Ia adalah kawan mereka yang lemah dan musuh bagi para pencoleng.


Musuh Utama

Musuh utama Gundala adalah Ghazul. Meski begitu Gundala tidak mengahadapi musuh utamanya di seri pertamanya, karena dai baru bertemu dengan Ghazul di seri ketiga “Dokumen Candi Hantu. Dari sinilah permusuhan itu terus berlangsung dalam petualngan Gundala selanjtnya. Layaknya Superman dengan Lex Luthor, musuh abadi. Seperti Flash Gordon dengan Kaesar Ming.


Pernak-pernik kekhdupan Gundala

>Gundala Palsu<

Pengkor menciptakan Gundala palsu yang mencemarkan nama baik Gundala. Rekan-rekan sesama jagoan pembasmi kejahatan berbalik memburunya(Bernafas dalam Lumpur-1973). Gundala akhirnya mampu membuktikan kejahatan Pengkor dan menghajar balik si Gundala palsu (Cuci Nama, 1974).


>Film Gundala<

Pada kurun 1970-an hingga akhir 1980-an, Gundala cukup populer, bahkan pernah difilmkan pada tahun 1982. Disutradarai oleh Lilik Sudjio, Teddy Purba berperan sebagai Gundala dan W.D. Mochtar (alm) sebagai Ghazul.


>Karya oleh komikus lain<

Sedangkan mulai pada tahun 1998, hingga awal 2006 banyak bermunculan pula komik-komik Gundala yang diciptakan oleh para penggemarnya (Fan Made) dengan berbagai judul seperti :

Gundala The Reborn, Adurahman Saleh (1999),
Putra Petir
, Riri Dewi (2001),
Sancaka
, Ahmad Ilyas (2005),
Gundala
, Asrulloh (2005)


Kisah Bersama

Pada tahun 1996, Godam, Gundala, Aquanus dan Maza muncul dalam suatu serial komik Patriot.


Kronologi Sang Putera Petir

Dari tahun 1969 sampai dengan tahun 1988, komik Gundala ini telah berhasil mencatatkan 25 judul yang sudah diuraikan secara rinci dalam Kronologi Sang Putera Petir . Dari Gundala Putera Petir (1969) sampai dengan Nyaris, 1988 (Kamik Strip di Jawa Post selama 32 hari, 1 halaman/hari)


Mulai tahun 2005 sampai dengan 2007, telah dilakukan remaster dan pencetakan ulang 4 judul awal petualangan Gundala ini yaitu; Asal-Usul Gundala, 2005 (1 jilid, 64 hal), Perhitungan di Planet Covox, 1969, Dokumen Candi Hantu, 1969, Operasi Gua Siluman, 1969, oleh penerbit Bumi Langit.


Kepustakaan:

>Wikipedia
>Godam Mata Sinar X(remaster-koleksi pribadi)
>Godam Mencari Jejak Mayat (remaster-koleksi pribadi)>
>HAI Tahun XXVII No.42 18-24 Oktober 2004


Jumat, 13 Juli 2007

Si Jampang Jago Betawi

Terbit pertama kali: 1968

Limited Edition: September 2006

Nama: Jampang
Julukan
: Si Jampang Jago Betawi
Asal: Desa Cemara, Betawi
Ciri-ciri fisik: Tubuh besar dan kekar, dada berbulu, kumis melintang
Istri: Rabiah (alm)
Senjata: Sebilah Golok

illusrtasi Ganes TH




Konstum: Baju hitam dengan bagian dada terbuka, celana tigaperempat hitam, kain sarung
melilit di pinggang, sebilah golok terselip di pinggang, ikat kepala.
Guru
: Banteng
Sahabat: Rabin, Dadap
Slogan
: Jampang Jago Dulu, Kumis Melintang Dada berbulu
Musuh Utama
: Penguasa Belanda (VOC)
Musuh Lain
: Mandor Jun, Komar, Ki Sima, Raisan, Ibnu (adik), Inspektur Frans, Si Komeng.
Artist
: Ganes TH
Sumber Cerita
: Jampang Jago Betawi, karya Zaidi Wahab


Illustrasi dan pewarnaan oleh: damuhbening



Dalam perjalanannya, Si Jampang melalui 10 episode oleh artist Ganes TH. Dan dua seri terpisaholek komikus lainnya selama kevakuman kerja Ganes TH. Kisah yang terpisah itu adalah karya A. Tatang S dengan Si Jampang Kembali ke Batavia sepanjang 4 jilid dan Kisah Tiga Iblis di Rawa Naga. Selain komikus A. Tatang S ada seorang komikus perempuan yang juga membuat komik kisah Si Jampang ini yaitu, Tati S dalam kisah yang berjudul Pembasmi Seruling Maut.

Pustaka:
Serial Si Jampang Jago Betawi 1-10 Limited Edition (Koleksi Pribadi)
Ganes TH Si Jampang dan Dunia Betawi, MATABACA vol. 3 No. 11, Juli 2005